Pada suatu hari, DN bertanya kepada ketua kelas " heh, kamu tau ga besok ada apa? apa yang terjadi pada tanggal 15? " tetapi H tidak mengerti apa yang dikatakan DN. Akhirnya DNN marah dan bertanya ke semua anak laki-laki " heh, anak laki-laki pada tau ga ada apa tanggal 15? heh, besok ada apa?" tanya DN sambil berteriak-teriak dengan suara perut ( habis diklat kebawa sampe sekarang ). Dengan polos dan merasa ga bersalah I menjawab " gatau. emang ada apa?" Karena DN sangat marah, ia lari ke tempat teh poci ( untuk beli teh poci ), kembali ke kelas dan hampir mengambil tasnya untuk pulang ( tapi ga jadi ). Akhirnya T dengan suaranya yang imut-imut kecil memberi tahu kepada semuanya " Kan besok itu 2 bulannya 7B." Setelah T memberi tahu kepada semua, DN sangat marah kepada ketua kelas, karena sebagai ketua kelas masa' tidak tahu hari lahirnya 7B ( jiah bahasanya ). Beberapa jam kemudian, H sebagai ketua kelas meminta pendapat tentang performance day. Tetapi hanya sedikit yang memperhatikan dan memberi pendapat. Yang lain tuh hanya bermain laptop. Saya juga tidur karena kepala saya sakit ( maaf ya kawan ). Karena ketua kelas merasa tidak diperhatikan, ia merasa kesal. DN yang membela ketua kelas marah kepada anak-anak yang tidak memperhatikan H. DN marah-marah sampai anak laki-laki semuanya terdiam dan terpaku. Akhirnya kami semua berkumpul untuk sharing dan untuk saling terbuka. Dalam sharing itu terbuka semua apa yang ada di benak anak-anak 7B. Ada yang merasa dikucilkan, ada yang merasa dianak bawangkan, ada yang merasa dicuekin, ada yang merasa selalu disalahkan oleh teman-temannya, dan ada pula yang merasa tertekan. Kita saling minta maaf dan memaafkan. Awal dari sharing berlangsung tegang. Tapi akhirnya semua rahasia, semua tekanan, semua yang ada di benak anak-anak 7B itu keluar. Ternyata banyak masalah yang dihadapi oleh anak-anak 7B. DN berkata kepada anak laki-laki " Kami lebih suka kaliian bersikap autis daripada nge*pip*." Air mata mulai menetes dan akhirnya membanjiri 7B. Sudah pasti anak perempuan nangis semua, tetapi anak cowok kayaknya pada gengsi jadi hanya beberapa orang yang nangis ( itu juga nangisnya ditutup-tutupin ), bahkan ada yang ga nangis ( ga tau malu nangis atau ga mendalami semua ceritanya? ).
Tapi tiba-tiba datang Pa AS guru IPS. Pa AS menempelkan kertas yang berisi pengumuman tentang remedial IPS. AN berkata " Pa, kita masih nangis denger cerita-cerita yang sedih, eh ditambah remedial IPS. Aduh Pa..Pa..." Pa AS hanya tersenyum tak mengerti. Dan masih banyak yang ingin tahu apa yang terjadi di 7B. Ada yang ngintip lewat jendela sampai kepalanya itu masuk ke jendela ( jadi muncul kepalanya doang ), ada yang membuka pintu tanpa diketuk, dan masih banyak cara lain yang aneh deh. Pokoknya banyak cerita yang megharukan, menyedihkan, dan tidak sama sekali ada cerita yang menyenangkan ( hehe ). DD menceritakan semua yang terjadi pada keluarganya. Dan banyak yang bercerita sedih karena kehilangan kakak tercinta, saya juga sedih mengingat kakak saya.
Akhir dari sharing DN sebagai oma 7B dan G sebagai opa 7B bersalaman, dan....... 7B damai deh. Sekarang anak-anak 7B sudah damai dan tidak ada kata musuhan. 7B adalah keluarga. Kami menganggap 7B adalah keluarga kedua. Selesailah sharing hari itu. Semua air mata dihapus karena sekarang masalah sudah selesai. Lanjutannya pada pulanglah. Masa' nginep di sekolah. Hehehhee :P. Oh ya sampai sekarang masih diberlakukan saling menyapa sesama anak 7B, cewek atau cowok sama aja. Ga usah jaim n gengsi ya. Hehehe.
Senin, 14 Desember 2009
Keterbukaan dan Air Mata
Diposting oleh Rarra di 05.47
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar