Hari ini anak-anak 7B mau latihan untuk performance day di rumah Tami. Tapi kan banyakan tidak tahu rumah Tami, jadi pada ngumpul di Spensa dulu. Pertama yang datang ke Spensa adalah Thasya, dilanjut oleh Hana, terus Rarra, Dinda, dan selanjutnya lupa ( :p ). Karena semua sudah datang ( kcuali Dion ), kami sudah ingin berangkat menuju rumah Tami. Tapi kami semua masih menunggu Dion -_-. Akhirnya kami nunggu di selot. Di selot ada kakak kelas bilang “eh, hari libur kok masuk? Ngapain kalian?” Dinda menjawab “Kami mau latihan untuk presentasi besok teh.” Kita sudah lama nunggu di selot tapi Dion belum juga muncul. Katanya Dion menunggu di depan M260. Akhirnya kita jalan menuju M260. Tapi dijalan kita wisata kuliner dulu alias jajan dulu. Terus kita lanjutin deh perjalanannya. Ternyata dan ternyata sampai kita di depan M260 Dion berada di sana. Kita naik tuh angkot 16. Tapi Kelvin, Agung, dan Dion terpisah angkot dengan kita ( karena tak cukup ). Di angkot 16 yang kita naiki ada seorang pengamen yang kalo dilihat dari belakang seperti Aji Mehji tapi kalau diliat dari depan ANCUR ( kata Anin ). Nah, lalu kita turun di shelter TP ( Trans Pakuan ). Tapi anehnya meskipun itu shelter TP tapi pas ada TP lewat dia tidak berhenti ( :p ). Di shelter itu kita nungguin Dion dkk. yg terpisah dengan kita :’( . Terus banyak banget tuh angkot 32 yang lewat, tapi ga mungkin kan kita ninggalin mereka lagi. Akhirnya tungguin aja dulu mereka ( padahal 32 kosong tuh banyak banget ). Eh, akhirnya mereka datang juga deh. Tapi kita bingung, setelah mereka datang pastinya kita mau naik 32 kan, nah tidak ada sama sekali angkot 32 yang lewat dan kosong. Untung ada tuh 32 yang isinya cuma seorang ibu-ibu ( hahaha ). Lalu kita turun di depan Giant. Dan jalan tuh bareng-bareng lewat semak-semak yang berduri. Thasya kakinya berdarah tertusuk duri, kakiku juga gatal-gatal. Sampailah di rumah Tami. Terus di rumah Tami tuh aku dan Faadhila mau nonton Westlife dan mau memperagakan gerakan Westlife ketika menyanyikan lagu ” I Lay My Love On You” ( hehehe ). Lalu, kita makan bakso dulu. Tidak tahu kenapa saya makannya lahap banget ( jujur ) :p . Selesai makan kita lanjutkan perbincangannya. Tapi anak laki-laki pada maunya main basket. Akhirnya Tami mengambil bola basket itu. Karena ga ada harapan anak laki-laki duduk kembali dan mendengarkan perbincangan. Dalam perbincangan ternyata MC mau diganti, akhirnya penggantinya saya dan Fidel ( gimana ya??! Fifty fifty sih ). Terus gatau kenapa jadi ngomongin BCD. Huh. Lanjut deh, hasil dari perbincangan itu kami sepakat untuk menyanyikan lagu “Air dan Api”. Nah, karena sudah adzan Zuhur, anak laki-laki pada melaksanakan shalat Jum’at. Yang perempuan hanya ngobrol dan ada juga yang main basket. Terus Iva pulang deh katanya mahh ada janjian sama temen-temennya (mmmm…). Tidak lama kemudian anak laki-laki datang dan mengganggu kita main basket ( saya ga ngerasa keganggu kok ). Setelah itu kami mulai lagi tuh latihan nyanyi, tapi kebanyakan ga hafal lagu “Air dan Api” jadi ujug-ujug nyanyi “Burung Kakaktua” ( hahahaha ). Tapi kami semua nyoba kok untuk latihan serius menyanyikan lagu “Air dan Api”. Tapi disela latihan itu Horman meminjam gelang saya dan dipakai. Waktu Horman meminjam gelang itu saya ga sadar, tiba-tiba Horman bilang “Kir, untuk gue ya” sambil menunjuk gelang saya. Tapi saya menggeleng, lalu dia berkata lagi “ Tadi kata lu boleh ? Tanya Thasya geura.” Thasya memang berkata “Iya. Tadi kan waktu Horman minta kamu bilang iya.” Tapi bener ya, saya ga nyadar saya berkata seperti itu. Akhirnya gelangnya dibalikin lagi deh ( untuk Horman nanti deh saya beliin. Promise ). Latihan dilanjut, eh Kelvin menginjak sesuatu kotoran dan malah ngomongin kucing. Lalu, kotoran kucing itu dilempar oleh Anza. Ih, jorok banget sih kalian. Saya ga mau bahas bagian ini ( Maaf ). Sudah selesai latihan ( meskipun agak tidak serius ) kami semua makan. Tapi saya tidak. Karena saya tidak kebagian makan ( ga apa-apa. Ga usah dibahas) dan saya ingin ketemu papa saya. Ya sudah saya ijin sama teman0teman untuk pergi sebentar dan saya juga ijin minjem sandalnya Horman. Nah, sampai di luar saya ketemu Kelvin. Kelvin bilang “Lu mau kemana?” saya jawab “Mau ke Giant bentar. Mu ikut lu?” Kelvin menjawab “ hayu deh.” Akhirnya saya dan Kelvin ke Giant tuh. Kan meleati semak-semak, di semak-semak itu saya sedikit tersandung dan kaki saya berdarah. Tapi biarkanlah. Sampai di depan gang saya ninggalin Kelvin karena saya mau ketemu papa saya ( ujug-ujug Kelvin hilang ??! ). Ya udah tuh, karena papa ga punya uang kecil saya diajak ke Giant. Di Giant beli Freshtea 2 botol. Niatnya saya mau pulang tuh, tapi kan saya pakai sandalnyaa Horman, masa’ saya bawa pulang ( ??? ). Tidak berapa lama saya kembali lagi ke rumahnya Tami. Eh sampai sana mereka semua sudah mau pulang. Ya sudah saya ke rumah Tata aja.
Lanjutan ceritanya ada di note yang berjudul “At Trans Pakuan”. Oh iya, gatau kenapa hari ini jaket Kelvin digemari banyak oraang hahahaha :p. Sayang ya ga semuanya datang. Sekian cerita dari saya. Mohon maaf apabila ada kesalahan. :p.
Jumat, 18 Desember 2009
Pertemuan anak 7B yang paling asik....
Diposting oleh Rarra di 05.27
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar